Dapet Informasi dari WWF-Indonesia masalah Olimpiade 2008, monggo dibaca sama2...
Enam tokoh lingkungan terpilih untuk menjadi pembawa obor (torch bearer) Olimpiade 2008 yang akan dibawa melalui 21 kota di dunia termasuk Jakarta, pada konferensi pers yang diselenggarakan di gedung International Sport Club of Indonesia (ISCI), Jalan Raya Ciputat, Situ Gintung - Ciputat. Keenam tokoh yang dipilih karena kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup tersebut diperkenalkan pada konferensi pers yang diselenggarakan Coca-Cola Indonesia di Jakarta, 18 Maret 2008.
Coca-Cola sebagai salah satu presenting partner acara ini memperoleh kesempatan dari Beijing Organizing Committee for the Olympic Games (BOCOG) untuk mencalonkan nama enam orang pembawa obor di setiap kota yang akan dilalui. Dalam penyusunan daftar tersebut, sesuai dengan tema yang diusungnya “Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup”, Coca-Cola bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk WWF-Indonesia untuk mencari “Environmental Heroes” atau tokoh yang berperan aktif sesuai kapasitasnya dalam melestarikan lingkungan hidup.
CEO dan Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Dr. Mubariq Ahmad menyatakan bahwa tokoh-tokoh yang telah terpilih sebagai pembawa obor tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk semakin peduli lingkungan hidup Indonesia. “Partisipasi dan antusiasme sebagai pembawa obor Olimpiade oleh keenam tokoh yang selama ini telah kita ketahui banyak terlibat dalam menggemakan pesan-pesan konservasi tersebut, mencerminkan bahwa semangat yang berkobar untuk melestarikan lingkungan hidup harus selalu ditularkan dan dijaga nyalanya,” ujar Mubariq.
Adapun individu yang dipilih oleh Coca-Cola sebagai Pembawa Obor dalam Kirab Obor Olimpiade 2008 di Jakarta adalah: Emil Salim, sosok yang sangat dikenal dalam upaya pelestarian lingkungan di Indonesia; Tri Mumpuni Wiyatno, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang aktif bergerak dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro; Azhar Idris, warga Aceh yang memprakarsai penanaman kembali pohon bakau (mangrove) di daerah pesisir Aceh yang rusak akibat tsunami; Valerina Daniel, Duta Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup yang juga mantan model dan presenter TV; Agustinus Gusti ‘Nugie’ Nugroho, musisi dan Supporter Kehormatan WWF-Indonesia serta; Nirina Zubir, pemain film, presenter TV, dan juga Supporter Kehormatan WWF-Indonesia yang kedua-duanya aktif pada kampanye penyelamatan lingkungan hidup bersama WWF-Indonesia. Mereka direncanakan akan ikut berlari dan membawa obor pada acaraOlympic Torch Relay di Jakarta, 22 April 2008 mendatang.
WWF-Indonesia dalam rangka Hari Bumi se-Dunia, 22 April, mengajak berbagai konstituen lingkungan hidup untuk berperan serta dalam rangkaian kegiatan sebulan “Bumi-ku Satu”. Sekali lagi WWF-Indonesia bekerjasama dengan Coca-Cola Indonesia akan menyajikan program ‘Green Screen’ (pemutaran informasi audiovisual bertema lingkungan) di lima kota, selain beberapa kota lainnya yang diadakan oleh tim lapangan di wilayah kerja WWF-Indonesia di tanah air. Dalam program ini, siswa yang diundangmenyaksikan pemutaran film peduli lingkungan akan berdiskusi interaktif sehingga lebih tertarik untuk aktif menjaga lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.
WWF merupakan salah satu dari organisasi konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jejaring global yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di hampir 30 wilayah kerja lapangan. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak aktifitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang kami, silakan kunjungi website utama kita di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia dihttp://www.supporterwwf.org/. Info lebih lanjut:
Elshinta S-Marsden, Senior Manager, Communications & Outreach, tel. +62 576 1070; (O) Ext. 112, e-mail: ESMarsden@wwf.or.id
Nazla Mariza, Marketing Communications, tel. +62 576 1070; (O) Ext. 109, e-mail: NMariza@wwf.or.id
PROFIL PENGUSUNG OBOR OLIMPIADE BEIJING 2008 PILIHAN COCA-COLA INDONESIA
• Emil Salim
Tokoh ini merupakan perintis yang membidani lahirnya lembaga pengelola lingkungan hidup di Indonesia. Sampai saat ini, beliau memiliki masa pengabdian terpanjang sebagai Menteri Lingkungan Hidup, yaitu sejak 1978-1993 atau selama 3 periode. Di kancah internasional, Emil Salim mendapat kepercayaan dari United Nations Environment Programme (UNEP) menjadi President Governing Council tahun 1984-1987. Pada periode yang sama, beliau juga menjadi anggota dari World Commission on Environment and Development-UNEP. Sedangkan di tingkat regional beliau pernah menjadi Vice President Advisory Committee on Population of the Sea (ACOPS) for South East Asia. Terakhir, menjabat sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI) pada konferensi perubahan iklim (COP 13 Bali 2007).
• Tri Mumpuni Wiyatno Iskandar
Ia, yang biasa dipanggil Puni, menerangi desa dalam arti sebenarnya. Ia membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Sampai saat ini sudah puluhan lokasi diterangi dengan listrik berkat jasanya. Karena itu, meskipun telah ‘melistriki’ banyak tempat, Puni yang menjadi Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), lembaga swadaya yang dia dirikan pada 17 Agustus 1992, terus mengembangkan end use productivity.
• Azhar Idris
Azhar Idris, pemimpin komunitas dari Aceh ini mempunyai prakarsa untuk menanam kembali pohon bakau (mangrove) di daerah pesisir seluas 30 hektar di desa Lam Pulo Ujong, Aceh yang sebelumnya hancur-lebur diterjang tsunami pada Desember 2004. Ia kemudian mengajarkan masyarakat sekitar untuk menanam mangrove melalui program Green Coast, sebuah kerjasama dengan Wetlands International dan WWF-Indonesia yang memungkinkan pemulihan ekosistem pesisir dengan pendekatan holistik yang melibatkan tiga komponen, yakni scientific assessment, community-based economic empowerment and sustainability danresponsible coastal region management policy.
• Valerina Daniel
Mantan presenter TV yang sudah dikenal oleh khalayak luas ini, telah menjadi Duta Lingkungan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia sejak 2005 hingga saat ini.Beberapa waktu yang lalu, Valerina ditunjuk sebagai humas untuk Panitia Nasional Konferensi Perubahan Iklim 2007 yang diadakan di Bali, Indonesia. Sebagai Duta Lingkungan, saat ini Valerina secara aktif mendukung dan terlibat dalam kampanye pelestarian lingkungan yang diadakan oleh KLH. Salah satu kontribusinya adalah dengan menyusun brosur COP 13 (13 Cara Oke Pelihara Bumi) yang didistribusikan secara nasional oleh KLH.
• Nugie
Agustinus Gusti Nugraha atau biasa disapa Nugie, memang sudah lama akrab dengan dunia lingkungan hidup. Ia aktif di berbagai organisasi lingkungan, dan menjadi Supporter Kehomatan WWF-Indonesia. Saat menjadi Kerabat WWF-Indonesia di tahun 1995, Nugie bahkan sempat memandu acara talkshow ’Bumiku Satu’ selama tiga tahun, yang membahas masalah-masalah lingkungan di Indonesia. Lantaran peduli dengan kelestarian alam itulah, musisi ini hadir dalam acara pembukaan Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United NationsFramework of Climate Change Conference/UNFCCC) 2007 di Bali.
• Nirina Zubir
Nirina adalah salah satu dari segelintir artisserba bisa di Indonesia yang aktif mengkampanyekan penyelamatan lingkungan. Selain sebagai presenter, ia juga berprofesi sebagai pemain film dengan sejumlah penghargaan. Di tengah kesibukannya ini, Nirina tetap mau untuk bergabung menjadi Supporter Kehormatan WWF-Indonesia dan tetap setia mendukung kegiatan-kegiatan WWF-Indonesia ditanah air. Salah satu andil Nirina adalah dalam kegiatan WWF-Indonesia ‘One Step for Change’ yakni kampanye sadar lingkungan di tahun 2007. Ia juga menjadi juru bicara the British Council dan WWF-Indonesia pada ‘Asian Young Leaders Climate Forum’, sebuah jejaring untuk para pemuda dari berbagai latar belakang; dan membagi berbagai pengetahuan, pengalaman dan ide praktis untuk mengurangi dampak perubahan iklim pada acaraKonferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Framework of Climate Change Conference/UNFCCC)2007 di Bali.