Komunitas Hijau

Komunitas Hijau

Minggu, 26 Juni 2011

LAMPUNG DAN PROBLEM SAMPAH

Share



Dipublikasikan di Radar Lampung 24 Maret 2011

Oleh : Dharma Setyawan

Ketua Komunitas Hijau

 

Menarik apa yang disampaikan Dr.M.Thoha B. Sampurna Jaya M.Pd pada wawancara Radar Lampung edisi (22/3/2011) mengenai semakin benyak sampah kota semakin makmur. Seperti dilansir beberapa media lokal sebelumnya bahwa sampah telah menjadi problem bersama dan menggangu citra kota di Lampung dan memiliki dampak hebat dalam tata lingkungan hidup. Sampahpun kemudian menjadi pekerjaan rumah yang sangat rewel akibat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang saling lempar tanggung jawab. Ungkapan Dr. Thoha sedikitnya masuk akal bahwa sampah menjadi analisis kemajuan kota yang dengan aktifitas pasarnya berdampak dalam menghasilkan sampah terbesar. Menurut ungkapan Dr Thoha ada sekitar 500 sampai 600 meter kubik sampah di Bandar Lampung yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung itupun hanya 50 % yang masuk. Kemudian pertanyaan yang timbul dari pernyataan Dr Thoha, kemanakah 50 % sampah lainnya yang sebagian dihasilkan dari sampah rumah tangga, sampah drainase, sampah rumah sakit, pendidikan, kantor pemerintah, sampah industri kecil maupun besar dan yang paling banyak adalah sampah pasar?